Belum Saatnya
Aku
bersyukur, Allah telah mempertemukan aku di tahap sejauh ini. Jantung yang masih
berdetak dan kelak nanti berhenti. Nafas yang masih berhembus dan kelak nanti
akan jadi sunyi.
Love
yourself. Terimakasih untuk diri ini yang kuat dan selalu berani menjadi apa
adanya untuk bahagia. Meskipun sendiri, semoga tak pernah merasa sendirian. Ingat
ada Allah yang selalu ada dimanapun dan kapanpun. Aku tahu Allah sedang menguji
keikhlasan dalam sendirian. Tetapi Allah memberikan kedewasaan ketika
masalah-masalah berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan.
Tetapi
anehnya, belakangan ini ada seseorang yang sering mengundang senyum salah
tingkah dan tawa-tawa kecil yang tak mampu kusembunyikan. Kau tau arti
tsundere? Mungkin aku seperti itu. Menyangkal di depan orang banyak, tapi
memendam di dalam hati.
Aku
suka. Kenapa? Karena semenjak mengenalnya, sedikit demi sedikit aku mulai
berubah. Tentu saja maksudku berubah kearah yang baik. Bahkan aku ingin
memantaskan diriku agar bisa sejajar dengannya.
Namun,
sejatinya aku tak pernah mampu mengatakan bahkan mendekatinya, bahwa diam-diam aku
mulai mengaguminya. Karena aku tahu, kadang sesuatu itu hanya indah untuk
dikagumi, bukan untuk dikenali lebih jauh.
Kudus,
9 Januari 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar