Sabtu, 09 Januari 2016

Belum Saatnya

 Belum Saatnya

Aku bersyukur, Allah telah mempertemukan aku di tahap sejauh ini. Jantung yang masih berdetak dan kelak nanti berhenti. Nafas yang masih berhembus dan kelak nanti akan jadi sunyi.

Love yourself. Terimakasih untuk diri ini yang kuat dan selalu berani menjadi apa adanya untuk bahagia. Meskipun sendiri, semoga tak pernah merasa sendirian. Ingat ada Allah yang selalu ada dimanapun dan kapanpun. Aku tahu Allah sedang menguji keikhlasan dalam sendirian. Tetapi Allah memberikan kedewasaan ketika masalah-masalah berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan.

Tetapi anehnya, belakangan ini ada seseorang yang sering mengundang senyum salah tingkah dan tawa-tawa kecil yang tak mampu kusembunyikan. Kau tau arti tsundere? Mungkin aku seperti itu. Menyangkal di depan orang banyak, tapi memendam di dalam hati.

Aku suka. Kenapa? Karena semenjak mengenalnya, sedikit demi sedikit aku mulai berubah. Tentu saja maksudku berubah kearah yang baik. Bahkan aku ingin memantaskan diriku agar bisa sejajar dengannya.

Namun, sejatinya aku tak pernah mampu mengatakan bahkan mendekatinya, bahwa diam-diam aku mulai mengaguminya. Karena aku tahu, kadang sesuatu itu hanya indah untuk dikagumi, bukan untuk dikenali lebih jauh.


Kudus, 9 Januari 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar