Baru
Ada
yang aneh, ada yang menggetarkan, ada yang membuat semangat. Mengingatnya
membuat hati tersenyum. Katanya ini cinta ha
ha ha. Ada sudut pandang yang tentu saja membuat bertanya-tanya. Ini
sebenarnya perasaan apa? Ah aku gagal paham dalam hal ini.
Membuka
komunikasi dengannya menimbulkan kesungkanan tersendiri bagiku. Dia lebih tua
bagiku, *tahun jauhnya. Bahkan lebih tua dia, dibandingkan kakak laki-lakiku.
Ditertawai? Tentu saja. Mana ada yang tak menertawaiku jika menceritakan perbedaan
yang sedemikian jauhnya. Aku hanya membatin, apa salahnya? Apa salahnya dengan
semua perbedaan itu? Jodoh itu takdir juga kan? Mana bisa kita menolaknya.
Mereka,
orang lain menilai dia penuh kekurangan. Tak tampan? Tak rupawan? Ah terserahlah.
Apa gunanya tampan? Apa gunanya rupawan? jika tak punya akhlak yang baik. Tak etis jika
menilai orang dari fisiknya saja.
Aku tak pernah lupa apa yang membuatku
mengaguminya dibanding dengan para lelaki
yang selama ini mendekatiku. Beda! Beda jauh! Ya Keimanan, kecerdasan,
dan kesederhanaannyalah yang membuatku menyukainya.
Semoga waktu selalu mendekatkan kami, karena aku tau waktu tidak akan pernah bisa diajak jalan kembali. Tentu saja aku percaya, kalau memang beneran jodoh, pasti selalu ada cara untuk didekatkan.
Kudus,
24 November 2015