Selasa, 24 November 2015


Baru

Entahlah, malam ini hanya ingin menuangkan isi pikiran yang mulai penuh dan mengendap. Ada hati yang lain, nama yang lain.

Ada yang aneh, ada yang menggetarkan, ada yang membuat semangat. Mengingatnya membuat hati tersenyum. Katanya ini cinta ha ha ha. Ada sudut pandang yang tentu saja membuat bertanya-tanya. Ini sebenarnya perasaan apa? Ah aku gagal paham dalam hal ini.

Membuka komunikasi dengannya menimbulkan kesungkanan tersendiri bagiku. Dia lebih tua bagiku, *tahun jauhnya. Bahkan lebih tua dia, dibandingkan kakak laki-lakiku. Ditertawai? Tentu saja. Mana ada yang tak menertawaiku jika menceritakan perbedaan yang sedemikian jauhnya. Aku hanya membatin, apa salahnya? Apa salahnya dengan semua perbedaan itu? Jodoh itu takdir juga kan? Mana bisa kita menolaknya.

Mereka, orang lain menilai dia penuh kekurangan. Tak tampan? Tak rupawan? Ah terserahlah. Apa gunanya tampan? Apa gunanya rupawan?  jika tak punya akhlak yang baik. Tak etis jika menilai orang dari fisiknya saja. 

Aku tak pernah lupa apa yang membuatku mengaguminya dibanding dengan para lelaki  yang selama ini mendekatiku. Beda! Beda jauh! Ya Keimanan, kecerdasan, dan kesederhanaannyalah yang membuatku menyukainya.

Semoga waktu selalu mendekatkan kami, karena aku tau waktu tidak akan pernah bisa diajak jalan kembali. Tentu saja aku percaya, kalau memang beneran jodoh, pasti selalu ada cara untuk didekatkan.



Kudus, 24 November 2015

Kamis, 12 November 2015

Hai, Bapak Riyan! My superhero!

Hai, Bapak Riyan!

Hari ini, (yang katanya) hari Ayah Nasional. Biarkan saya kembali menyelipkan doa untukmu, pak. Semoga Allah selalu melindungimu, menjagamu, dan selalu menyayangimu. Semoga bapak selalu sehat dan bahagia. Saya tak pandai mengucapkan do'a, jadi saya bantu mengaminkan do’a apa saja yang sudah bapak panjatkan di setiap harapanmu.

Saya punya mimpi, saya ingin bapak saya menjadi orang pertama yang saya cium tangannya saat hari kelulusan nanti. Saya ingin bapak saya yang berjabatan tangan dengan calon suami saya di depan penghulu nanti. Saya ingin bapak saya yang mengelus perut buncit saya saat saya hamil dan mengantar saya sekali-sekali periksa kandungan. Saya ingin bapak saya hadir di setiap pesta ulang tahun cucunya kelak. Saya ingin jadi anaknya yang selalu membanggakan, yang tanpa saya hidupnya adalah kurang lengkap. Saya ingin jadi anaknya yang selalu solehah, yang tiada hari tanpa do’a terucap untuknya. Saya ingin jadi anaknya yang dipercaya, yang tiada bosan beliau semangati saya untuk berjuang, terima kasih pak. :')

Dan amiin yang banyak untuk semua harapan baik; entah itu yang terucap ataupun hanya kita simpan dalam hati masing-masing. Allah maha baik, saya selalu yakin Allah akan menjaga kita sekeluarga. Sebab tak ada do’a yang saya ucap tanpa menyebutkan kalian; bapak, ibu, dan mas yoga di dalamnya. Jika ada kata-kata yang mampu menggambarkan cinta melebihi kata ‘cinta’, saya yakin kata itu diciptakan hanya untuk kalian, keluarga saya.
I LOVE YOU ALL ENDLESSLY


Semarang, 12 November 2015